Details
  • My Favorites
 
VOP Code: Letter43 Print click here
Category:
Malay Manuscript
Size:
15.5 x 20.5 cm
Title:
Kelewatan terima senapang dan meriam dari Light
Keywords: Meriam, senapang angin, 23 Zulhijah,
Manuscript No.: SOAS MS 40320/7, f.92,
Year:
1785 - 1794
Source: Archives and Special Collections SOAS Library
- http://www.soas.ac.uk/library/archives/contact/
Copyright Information:

Transliteration:

Al-Mustahaqqah Surat kasih sayang yang tiada berputusan daripada beta sampai pada sahabat beta Gurnador Pulau Pinang yang amat bijaksana pada perintah segala pekerjaan ahwal akan senapang angin sahabat beta beri mari ini sampailah pada beta sudah beta terima ambil dengan kesukaan putih hati akan senapang dan meriam sangat kekurangan dalam negeri ini sahabat beta sedia ketahui maka tersebut dalam surat sahabat beta dibawa Kapitan Uskut dan Mister Pigou dahulu itu kata dalam surat sahabat beta sebulan tengah bulan hendak hantar mari sekarang ini lama sangat sudah tiada sampai lagi apa halnya beta tiada ketahui maka inilah beta pinta sahabat beta nyatakan mari boleh beta ketahui ahwal itulah beta nyatakan pergi tiga likur haribulan Zulhijah tamat


Malay Description:

Surat Sultan Abdullah kepada Francis Light memaklumkan penerimaan senapang angin yang diberi olehnya. Senapang dan meriam amat kurang bilangannya di Kedah. Sultan Abdullah juga memberitahu tentang kelewatan penerimaan senapang dan meriam daripada yang dijanjikan seperti dalam surat yang dibawa oleh Kapten Scott dan Mister Pigou. Maka, baginda memohon agar dinyatakan tentang masalah dan punca kelewatan tersebut. Surat ini telah siap ditulis pada 23 Zulhijah.


Summary:

Sultan Abdullah`s letter to Francis Light acknowledged the acceptance of air rifle given to him. Gun and cannon were very limited in Kedah then. Sultan Abdullah also told about the delay in the acceptance of guns and cannons as promised in the letter delivered by Captain Scott and Mr. Pigou. Therefore, he requested explanation about the problem and the cause of the delay. The letter was completely written in 23rd Zulhijah.

 
Terms and Conditions
 
Copyright © 2010 Visions of Penang archives online.
All rights reserved.
Hit Counter: powered by IS Eleven Services